Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2020

Cara Lembutkan Kulit yang Kering dan Pecah-Pecah Akibat Sering Cuci Tangan

Imbauan wajib untuk cuci tangan sebagai salah satu upaya perlindungan diri dari infeksi virus corona COVID-19 sedang vokal digaungkan. 

Namun tak bisa dipungkiri, keseringan cuci tangan baik itu menggunakan air dan sabun ataupun menggunakan hand-sanitizer memang nyatanya membuat kulit tangan menjadi kering. 

Bahkan tak hanya kering, pada sebagian orang yang memiliki tipe kulit kering dan sensitif, keseringan cuci tangan dapat membuat kulit tangan terkelupas, kasar bahkan bisa juga gatal. 

Cuci tangan agar memastikan tangan kita selalu bersih, mencegah penularan virus termasuk virus korona yang tengah menjadi pandemi memang penting. Tapi di sisi lain, memastikan kulit tangan tidak kering, tetap lembap, tidak terkelupas, dan kasar juga tak kalah penting.

Dr. Samer Jaber, founder of Washington Square Dermatology, New York semakin hari semakin banyak pasien yang datang kepadanya dengan kondisi tangan kering, terkelupas, dan gatal-gatal. 

“Masalahnya ketika kita mencuci tangan secara berlebihan, tangan jadi kering, inflamasi, dan gatal. Beberapa hari ini saya sering melihat pasien yang datang dengan tangan kering, pecah-pecah dan gatal,” ungkap Dr. Samer 

Sebagaimana diwarta Foxnews, Rabu (18/3/2020) banyak cara sebetulnya yang bisa dilakukan untuk mencegah kulit tangan jadi kasar karena kebiasaan mencuci tangan. Pertama, kita bisa mengganti sabun pencuci tangan yang sebelumnya dengan pengharum dengan hand-soap tanpa pengharum atau fragrance-free.

Cara kedua ialah dengan selalu siap membawa pelembap saat beraktivitas. Siapkan di dalam tas atau mobil, usai mencuci dan mengeringkan tangan pelembap bisa langsung dipakai. 

Untuk pelembap tangan, Dr. Samer menyarankan, alih-alih lotion biasa sebaiknya yang dipakai sebagai krim pelembap adalah krim atau ointment khusus. Sebab, biasanya lotion konsistensinya lebih tipis dan seringnya mengandung alkohol. 

“Lotion bagus, tapi krim atau ointment khusus lebih tebal. Contoh ointment khusus adalah Vaseline, sifatnya mengunci lebih banyak. Hindari pelembap yang diberi wewangian, sebab biasanya mengandung bahan yang memicu iritasi,” tambahnya. 

Sementara itu, untuk kondisi kulit tangan yang cenderung gatal atau berdarah saat kering, direkomendasikan untuk mengolesi tangan memakai ointment khusus seperti Vaseline lalu mengenakan sarung tangan katun putih sesaat sebelum tidur.Ketika dibawa tidur, keesokan paginya kulit akan terasa lebih halus dan serasa diremajakan. 

Tapi jika cara-cara di atas gagal, mungkin ini pertanda untuk Anda mengunjungi dokter kulit. Sehingga dokter kulit nantinya bisa meresepkan obat krim topikal atau krim non-steroid. 

"Jika terus-terusan iritasi dan gatal sampai sangat mengganggu maka segera kunjungi dokter kulit. Tidak ada alasan untuk tidak periksa ke dokter, ke dokter kulit kan mudah,” tegas Dr. Samer.

Selasa, 25 Februari 2020

Sering Makan Mi Instan Campur Nasi? Catat, Ini Bahayanya!

TAK kenyang jika belum makan nasi. Sepertinya anggapan ini sering dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Tak sedikit dari mereka, apapun makanannya pasti dicampur nasi, termasuk mi instan, Anda salah satunnya?
Dikutip dari Very Well Fit, setiap 100 gram nasi putih (dua centong) mengandung 242 kalori, 53,2 gram karbohidrat, 0,4 gram lemak, 4,4 gram protein, dan 0,6 gram serat. Nasi putih juga mengandung nutrisi penting bagi tubuh, yakni sodium, kalium, dan gula. Namun, nasi putih tidak mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Lantas bagaimana jika dicampur dengan mi instan?
Berdasarkan hasil penelitian World Instan Noodles Association (WINA) pada 2017, konsumsi mi instan masyarakat Indonesia sebesar 12,62 miliar per tahun.
Tingkat konsumsi mi instan orang Indonesia ini tertinggi nomor dua di dunia. Hal ini menjadikan mi instan menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia. Namun, bagaimana dengan kandungan gizi mi instan?
Dikutip dari Health Line, sebungkus mi instan mengandung 188 kalori, 27 gram karbohidrat, 7 gram lemak, 3 gram lemak jenuh, 4 gram protein, 0,9 gram serat, dan 861 miligram sodium. Jadi, mengonsumsi nasi bersama mi instan jelas membuat perut terasa kenyang.
Namun, mengonsumsi mi instan dan nasi bersamaan secara terus-menerus meningkatkan tumpukan kalori dalam tubuh. Dikutip dari The Bump, kelebihan kalori itu menyebabkan diabetes, obesitas, hipertensi, dan aterosklerosis (penumpukan lemak dan kolesterol dalam tubuh).
Oleh sebab itu, tidak dianjurkan makan nasi dan mi instan bersamaan. Lebih baik Anda mengonsumsi buah-buahan yang sehat dan kaya akan vitamin.

Senin, 24 Februari 2020

Efek Mengerikan Keseringan Berutang: Gampang Cerai Hingga Darah Tinggi


Berutang kerap dianggap menjadi salah satu solusi cepat untuk mengatasi masalah keuangan keluarga. Tapi tahukah Bunda bahwa terlilit utang juga bisa mengganggu kesehatan?

Sebuah studi 2013 dari Northwestern University menemukan bahwa orang dewasa berusia 24 hingga 32 tahun yang memiliki rasio utang tinggi cenderung bermasalah pada kesehatan pada umumnya. 

Mereka juga memiliki tekanan darah yang secara signifikan lebih tinggi, serta lebih berisiko terkena penyakit jantung dan stroke.

"Kami sedikit terkejut melihat hasil studi ini pada responden yang masih muda dan tampak sehat. Tetapi ini berarti penting diketahui bahwa utang juga diam-diam memengaruhi kesehatan," ungkap penulis studi Elizabeth Sweet, PhD, yang juga merupakan asisten profesor antropologi di University of Massachusetts Boston.

Dikutip dari Health, penelitian Sweet juga menemukan bahwa mereka yang memiliki utang besar melaporkan tingkat stres yang dirasakan 11,7 persen di atas rata-rata. Tingkat stres yang lebih tinggi pun dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan gangguan jantung.

Selain itu, meskipun belum ada studi skala besar yang dilakukan secara khusus pada utang dan imunitas, Sweet mengatakan ada kemungkinan hubungan antar keduanya. "Kita tahu bahwa stres kronis dapat menekan sistem kekebalan tubuh, sementara itu utang juga menjadi salah satu pemicu stres kronis," tuturnya.

Dalam sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam Family Relations, pasangan suami istri yang kerap bertengkar tentang masalah keuangan lebih mungkin untuk bercerai dalam jangka lima tahun daripada mereka yang bertengkar tentang masalah lain, seperti pekerjaan, mertua dan seks.

Nah, bagaimana supaya keuangan keluarga bisa terhindari dari lilitan utang? Dilansir Nerd Wallet, ada tiga kunci pentingnya nih, Bun. Di antaranya yakni selalu membuat anggaran setiap bulan, atur pengeluaran secara bijak dan sesuai anggaran yang disepakati, serta rutin menabung dana darurat. 

Fokus pada kunci ini dapat membantu Bunda menggunakan uang secara efisien dan terhindari dari beban utang kredit.

Kamis, 06 Februari 2020

5 Makanan yang Bisa Mengurangi Gejala Depresi

Gejala gangguan kesehatan fisik seringkali lebih tampak jelas dibanding gangguan kesehatan mental. Tapi keduanya, sama-sama berkaitan dengan nutrisi juga gizi pada makanan yang Anda konsumsi. Karena itu, penting memastikan pelbagai pangan yang masuk ke tubuh Anda itu bermanfaat bagi kesehatan mental.
Depresi, adalah salah satu penyakit kesehatan mental yang serius. Dan sayangnya, mayoritas orang abai bahwa seringkali depresi ini berkaitan dengan asupan nutrisi.
Nutrisi mengambil banyak peran untuk mengurangi tingkat dan intensitas depresi. Studi yang dikutip dari Bold Sky menunjukkan sejumlah nutrisi seperti karbohidrat, protein, omega 3, vitamin B, kalsium dan, zinc mampu mengurangi depresi atau gangguan kesehatan mental lain.
Selain vitamin, mineral dan zat penting lain yang terkandung dalam buah-buahan juga sayuran, terdapat pula beberapa rekomendasi jenis makanan yang mampu meredam gejala depresi.
1. Ikan
Jenis ikan seperti makarel, salmon, tuna dan sarden adalah sumber terbaik asam lemak omega 3 yang berperan penting terkait fungsi otak. Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Epidemiology and Community Health menemukan bahwa memakan lebih banyak ikan akan mengurangi depresi.
2. Kunyit
Bahan aktif dalam kunyit memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan kuat. Sebuah studi yang diterbitkan Journal of American Medical Directors Association menunjukkan curcumin efektif mengurangi gejala depresi.
3. Madu
Madu memiliki manfaat potensial untuk kesehatan. Selain dijadikan resep untuk menjaga kebugaran fisik, rupanya madu juga bermanfaat untuk kesehatan mental.
Cairan kental dari lebah ini berupa kemampuan menurunkan depresi dan tingkat kecemasan. Sebuah penelitian menemukan madu memiliki efek untuk meningkatkan memori dan mengurangi gejala depresi.
4. Cokelat
Makan cokelat jadi favorit sebagian orang. Selain menenangkan, sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi cokelat terkhusus dark chocolate berdampak pada suasana hati. Pengaruhnya, juga bakal meringankan gejala depresi. Ini lantaran bahan psikoaktif dan phenylethylamine pada cokelat mengakibatkan perasaan eruforia serta dapat memengaruhi suasana hati.
5. Makanan fermentasi
Makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, tempe, miso, tahu, asinan dan kombucha juga menjadi sumber probiotik yang mampu meningkatkan suasana hati. Dengan begitu juga artinya makanan-makanan ini bisa membantu melawan depresi.
Probiotik bertanggung jawab untuk memproduksi neurotransmitter yang baik untuk menjaga bakter usus yang baik.

Senin, 20 Januari 2020

Mana yang Lebih Sehat, Minum Teh atau Kopi?

Kopi dan teh adalah dua minuman berkafein yang menjadi favorit banyak orang.
Dua minuman kafein ini dipercaya banyak orang bisa membantu mengembalikan energi yang hilang.
Banyak riset yang telah membuktikan berbagai manfaat teh dan kopi untuk kesehatan. Di sisi lain, asupan kafein berlebihan juga bisa menimbulkan efek samping.
Lantas, manakah yang lebih sehat dari dua jenis minuman berkafein tersebut?

Manfaat dan efek samping kopi

Melansir laman Health, kopi kaya akan antioksidan dan bisa membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2, parkinson dan kanker jenis tertentu.
Riset dari Harvard juga mengklaim, orang yang minum kopi tiga hingga lima cangkir sehari hidup lebih lama daripada mereka yang minum kurang dari satu cangkir dalam sehari.
Kafein dalam kopi juga dapat meningkatkan energi. Kafein dalam kopi bisa langsung dicerna oleh tubuh hanya dalam waktu 45 menit usai meminumnya.
Oleh karena itu, secangkir kopi adalah pilihan terbaik jika kita ingin meningkatkan energi dengan cepat.
Sayangnya, zat alami pada kopi tanpa disaring dapat meningkatkan kadar kolesterol. Selain itu, kopi juga bisa menurunkan kepadatan tulang.
Riset membuktikan, terlalu banyak konsumsi kopi - empat cangkir atau lebih dalam sehari - mengurangi kepadatan tulang dua hingga empat persen.
Kopi juga bersifat lebih asam daripada teh. Jadi, jadi jika Anda memiliki masalah pencernaan, minum kopi justru akan semakin memperburuk pencernaan Anda.
Kandungan kafein yang tinggi pada kopi juga bisa menimbulkan perasaan gelisah atau cemas. Tentunya, hal ini berbahaya bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.

Manfaat dan efek samping teh

Teh juga mengandung antioksidan yang membantu melaman inflamasi dan mencegah pengerasan pembuluh darah.
Selain itu, teh juga dipercaya membantu meningkatkan kesehatan otak. Riset juga membuktikan, orang dewasa yang mengonsumsi dua cangkir teh hujau dalam sehari rendah risikonya untuk mengalami penurunan memori yang terkait penuaan.
Sayangnya, kandungan tanin dalam teh dapat menganggu penyerapan zat besi dalah tubuh.
Bahkan, sebuah riset mengklaim mengonsumsi teh lebih dari tujuh cangkir sehari dapat meningkatkan risiko kanker prostat.
Teh juga mengandung kafein namun lebih rendah daripada kopi. Kandungan kafein dalam teh juga bisa meningkatkan kewaspadaan.
Namun, teh mengandung L-theanine yang dapat meredakan stres yang membantu kita menjadi lebih rileks namun tetap waspada.
Kandungan ini lain dari efek kafein dalam kopi yang bisa membangkitkan gairah. Oleh karena itu, teh memberi kita energi yang menenangkan dan lebih halus daripada kopi.

Kopi "versus" teh, mana lebih baik?

Kopi dan teh sama-sama memiliki manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, keduanya akan memberi efek samping jika dikonsumsi berlebihan.
Konsumsi kopi dan teh tanpa tambahan gula atau krim akan menjadi sumber nutrisi dan antioksidan yang baik untuk tubuh.
Namun yang perlu kita ingat, kopi memiliki kandungan kafein lebih tinggi daripada teh. Hal ini sangat bermanfaat untuk mereka yang mencari membangkitan energi secara instan.
Di sisi lain, kopi justru dapat menyebabkan kecemasan dan gangguan tidur pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Jika Anda sangat sensitif terhadap kafein, teh bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Jumat, 17 Januari 2020

Para Penghisap Vape, Kenali Gejala Evali Sebelum Terlambat

KASUS cidera paru akibat rokok elektrik atau belakangan diketahui dengan sebutan EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use Associated Lung Injury), mulai mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia.
Bahkan, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), DR. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K), menegaskan bahwa EVALI juga dapat menyerang para pengguna rokok elektronik di Indonesia. Meskipun, selama ini kasus EVALI lebih banyak ditemukan di Amerika Serikat.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan, terjadinya Evali itu akibat proses induksi komponen yang terpadat pada cairan rokok elektronik. Setidaknya ada 3 komponen yang dicurigai dapat memicu cedera paru tersebut yakni, THC (Tetrahidrokanabinol) yang disinyalir merupakan senyawa dari zat utama ganja, vitamin E, dan juga minyak.
Hanya saja, di Indonesia cairan atau liquid yang mengandung THC memang diketahui belum dijual secara bebas. Namun, kombinasi antara vitamin E dan minyak inilah yang diklaim dapat memicu terjadinya Evali.
Menurut laporan CDC (Centers for Disease Control and Prevention), Evali bisa ditandai dari sejumlah gejala. Mulai dari kesulitan bernapas hingga gagal napas. Gejala ini muncul akibat proses induksi yang dipicu penggunaan rokok elektronik sebelumnya.
Dalam arti lain, sang pasien memiliki riwayat rokok elektronik. Gejala selanjutnya terbilang unik, karena tidak ditandai adanya infeksi. Itulah yang menyebabkan kasus Evali di Amerika Serikat mencapai ratusan, dengan sekitar 50 orang korban meninggal dunia.
"Sekarang kita butuh warning ini untuk menginformasikan kepada masyarakat, masa kita harus tunggu dulu sampai ada korban. Karena secara teori sudah jelas kandungan dan risikonya," katanya.
"Selain itu, yang harus menjadi perhatian masyarakat bahwa dampak dari rokok elektronik selain evali, sudah banyak bermunculan di Indonesia. Misalnya peningkatan terjadinya asma hingga gejala-gejala ISPA yang semuanya sudah dijelaskan oleh jurnal-jurnal internasional," ungkap Agus.
Sementara kaitan antara rokok elektronik dengan penyakit kanker sendiri masih dalam penelitian lebih lanjut. Namun, sejumlah penelitian berhasil membuktikan bahwa tikus yang terpapar kandungan rokok elektronik memiliki risiko kanker lebih tinggi.
"Vaping itu kan baru 6 tahun boomingnya. Jadi memang harus ada penelitian lagi, karena rokok konvesional sendiri butuh waktu sekitar 15 tahun untuk menginduksi jadi kanker," tandasnya.

Rabu, 15 Januari 2020

8 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Jantung

Makanan yang harus dihindari penyakit jantung mungkin sering kamu konsumsi. Apalagi kebanyakan makanan yang tidak baik untuk jantung ini merupakan makanan cepat saji yang praktis maupun penyedap rasa makanan.

Selain itu, minuman beralkohol dan minuman bersoda juga dapat menjadi salah satu penyebab penyakit jantung. Karena itu, kamu perlu berhati-hati dalam mengonsumsi berbagai makanan agar tidak terkena penyakit jantung.

Makanan yang harus dihindari penderita penyakit jantung perlu dikenali untuk mencegah dan mengatasinya. Apalagi, bagi penderita penyakit jantung, mengatur makanan adalah hal yang sangat penting dilakukan untuk tetap menjaga jantung sehat dan meminimalisasi atau menurunkan risiko terjadinya serangan jantung

Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji merupakan makanan pertama yang harus dihindari penderita penyakit jantung. Ahli kardiologi dari Universitas Hofstra, Regina Druz mengatakan konsumsi relatif tinggi lemak jenuh yang berasal dari hewan dan karbohidrat berdampak buruk bagi kesehatan jantung.

Memasak makanan sendiri bisa menjadi upaya untuk mengurangi kombinasi lemak jenuh dan karbohidrat.

Contoh makanan cepat saji ini adalah menu kentang goreng di restoran, yang tentu mengandung banyak garam dan lemak. Selain itu, metode penggorengan konvensional yakni deep fry menghasilkan lemak trans yang terbukti meningkatkan jenis kolesterol jahat dan menurunkan jenis lemak yang baik.

Sebuah studi menyebut orang yang makan kentang goreng dua hingga tiga kali seminggu berpeluang meninggal lebih awal karena serangan jantung.

Gula

Semakin banyak mengonsumsi garam, gula, dan lemak, maka semakin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung. Konsumsi gula tingkat tinggi berkontribusi memunculkan obesitas, peradangan, kolesterol tinggi, diabetes, yang semuanya merupakan faktor pemicu penyakit jantung.

Maka dari itu, mulailah untuk menguranginya dalam makanan. Makan sayur dan buah untuk mengimbangi nutrisi tubuh.

Daging Olahan

Makanan yang harus dihindari penderita penyakit jantung berikutnya adalah daging olahan. Daging olahan seperti sosis dan bacon biasanya mengandung lemak jenuh tinggi. Inilah alasan mengapa daging olahan masuk ke dalam makanan yang harus dihindari penderita penyakit jantung.

Kalaupun memilih jenis yang mengandung lemak jenuh kadar rendah, kamu harus waspadai kandungan garamnya yang tinggi. Enam potong daging olahan saja bisa mengandung setengah kebutuhan garam harian, menurut asosiasi kesehatan jantung di Amerika.

Menurut Ketua Program Kesehatan Jantung Wanita dari Pusat Medis Universitas Negeri Ohio, orang-orang harus membatasi asupan garam karena sodium berhubungan dengan tekanan darah tinggi.

Margarin

Makanan yang harus dihindari penderita penyakit jantung selanjutnya adalah margarin. Konsumsi makanan mengandung lemak trans yang tinggi seperti pada margarin kemungkinan besar meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung.

Agar aman, pilihlah margarin yang tidak mengandung minyak terhidrogenasi parsial, atau tetap dengan minyak zaitun sebagai gantinya.

Pizza

Sebagian pizza bisa menjadi makanan yang menyehatkan jika diolah dengan benar. Tapi kebanyakan, pizza diolah dengan jumlah sodium, lemak, serta kalori tinggi. Tentu hal ini dapat meningkatkan risiko alami gangguan jantung.

Makanan yang harus dihindari penderita penyakit jantung ini mengandung sodium dan lemak jenuh, bahkan di topping-nya (bila itu daging). Sebaiknya pilih topping sayuran sebagai gantinya.

Mi Instan

Meskipun enak dan cepat disajikan, sering makan mi instan akan meningkatkan risiko perubahan metabolisme karena kandungan natrium yang tinggi, lemak jenuh, dan beban glikemik. Orang yang mengidap sindrom metabolik cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan berisiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Soda

Sejumlah penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi soda cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori daripada mereka yang tidak minum soda. Selain itu, bahan kimia dalam minuman soda sebenarnya dapat mengubah bakteri pencernaan dan membuat orang lebih rentan mengalami kenaikan berat badan. Berat badan berlebih merupakan salah satu faktor munculnya risiko penyakit jantung.

Alkohol

Alkohol adalah jenis minuman yang harus dihindari penderita darah tinggi. Meski tubuh normal dan kadar trigliseridanya tak tinggi, mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat menaikkan tekanan darah, gagal jantung, stroke, dan penambahan berat badan.

Penyebab asam urat diusia muda, kenali sebelum terlambat


Salah satu penyakit sendi yang harus diwaspadai adalah penyakit asam urat. Gejala awal asam urat biasanya ditandai dengan rasa nyeri dibagian kaki, yakni persendian lutut dan jari kaki. Namun di beberapa kasus, ada juga yang langsung mengalami nyeri di persendian tangan seperti di pergelangan tangan. Jika semakin lama dibiarkan, rasa nyerinya pun akan semakin bertambah.

Selain rasa nyeri, ada beberapa ciri-ciri orang yang terkena asam urat. Umumnya penderita asam urat menemukan kemerahan di area sendinya, bahkan kadang hingga membengkak. Meski tidak semua orang memiliki gejala yang sama, namun kebanyakan kasus mengalami kondisi demikian.

Menginjak usia 30 tahunan, kadang membuat orang waspada terkena asam urat. Padahal asam urat juga bisa menimpa seseorang di usia muda. Sebelum terlambat, ada pentingnya mengetahui apa saja faktor-faktor yang menyebabkan asam urat diusia muda.

Minuman bersoda

Minuman bersoda ternyata juga memiliki kandungan purin yang tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan atau terus menerus, maka akan memicu penumpukan kristal asam urat yang mengendap didalam ginjal. Pembuluh darah pun bisa menyempit karena kadar asam urat yang menumpuk.

Diet

Diet ternyata juga menjadi salah satu faktor terkena asam urat lho. Sebab saat diet, orang cenderung mengganti makanan pokoknya dengan kacang-kacangan. Padahal kacang-kacangan justru memicu asam urat. Namun jika masih ingin diet yang aman, disarankan untuk mengonsumsi beras merah dan memperbanyak air putih.

Faktor keturunan/genetik

Asam urat juga bisa terjadi apabila ada faktor keturunan. Artinya asam urat ini juga bisa menjadi penyakit bawaan yang diturunkan. Dalam kasus ini, penderita asam urat bisa memperhatikan riwayat keluarga. Jika sudah banyak anggota keluarga yang terkena asam urat, maka lebih baik mengantisipasinya lebih dini.

Sering Mengantuk di Siang Hari? Waspada Narkolepsi


Apakah Anda sering mengantuk dan bahkan tanpa sadar tertidur di siang hari? Waspada, bisa jadi Anda mengalami narkolepsi.

Narkolepsi merupakan gangguan pada sistem saraf yang memengaruhi kendali seseorang terhadap aktivitas tidur. Seseorang yang menderita narkolepsi akan mengalami rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, dan bahkan bisa tiba-tiba tertidur di tengah-tengah aktivitas yang sedang ia lakukan.

Umumnya, siklus tidur yang dialami oleh seorang manusia memiliki beberapa tahap, yakni tahap 1,2,3 dari tidur NREM (Non-Rapid Eye Movement) dan tidur REM (Rapid Eye Movement). Siklus tidur diawali dari tahap 1 NREM hingga tidur REM, dan kemudian kembali lagi ke tahap 1.

Bagi mereka yang mengalami narkolepsi, tidur REM terjadi segera setelah mereka memasuki siklus tidur dan juga dari waktu ke waktu selama jam-jam mereka terjaga. Kasus narkolepsi banyak ditemukan pada orang-orang dengan usia 15 hingga 25 tahun.
Meski hingga saat ini penyebab narkolepsi belum diketahui, namun pada peneliti mencoba memahami gen yang terkait dengan gangguan ini. Gen-gen ini mengendalikan produksi bahan kimia di otak yang dapat menyebabkan siklus tidur dan terjaga. 

Beberapa peneliti percaya bahwa narkolepsi disebabkan karena kurangnya produksi zat kimia yang disebut hypocretin atau orexin di otak.

Selain itu, para peneliti juga menemukan kelainan pada fungsi berbagai bagian otak yang menyebabkan gangguan tidur REM. Ini kemudian membuat para ahli berkesimpulan bahwa narkolepsi terjadi akibat hasil interaksi dari sejumlah faktor.

Beberapa gejala narkolepsi antara lain:
– Rasa kantuk berlebih di siang hari
– Kehilangan kendali atas otot-otot dalam tubuh
– Serangan tidur
– Halusinasi
– Sakit kepala
– Gangguan berbicara
– Gangguan ingatan
– Sleep paralysis, yakni ketidakmampuan untuk bertindak baik bergerak atau berbicara, selama sementara saat tertidur atau terbangun
– Depresi
Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan narkolepsi, akan tetapi narkolepsi bisa dikontrol dengan bantuan obat-obatan. Selain itu, dibutuhkan juga perubahan kebiasaan dan gaya hidup yang baik.

Seseorang yang mengalami narkolepsi harus benar-benar mengurangi konsumsi kafein, alkohol, dan nikotin. Ia juga harus menghindari makan berat, dan harus memiliki jadwal makan dan tidur yang rutin dan teratur. Tidur siang dengan durasi yang pendek (15-30 menit) bisa membantu seseorng mengontrol narkolepsi yang dideritanya. Terakhir, rutinlah melakukan latihan fisik atau olahraga untuk meminimalkan gejala narkolepsi.